BAB VII PENGEMBANGAN PROGRAM TERSTRUKTUR
A.
PENGEMBANGAN PROGRAM TERSTRUKTUR
Pemrograman Terstruktur merupakan suatu tindakan untuk
membuat program yang berisi instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang
disusun secara logis dan sistematis supaya mudah dimengerti, mudah dites, dan
mudah dimodifikasi.
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang
mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini
dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat
mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa
pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data,
pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur
adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan
dengan menggunakan parameter tertentu.
B.
LANGKAH-LANGKAH
1. Definisi masalah.
Merupakan
bentuk formulasi pemecahan
masalah dengan membahas
proses pemecahan permasalahan
melalui masukan, proses, dan keluaran yang diharapkan.
a. Masukan : dapat
berupa data atau informasi yang akan menjadi bahan
yang akan
diolah dalam pemrosesan.
b. Proses :
Bentuk operasional yang
terjadi dalam pengolahan
data
dan dapat
berupa operasional artimatik atau satu proses
yang
memiliki struktur logika.
c. Keluaran :
merupakan output yang harapkan dalam membuat program.
Biasanya dalam bentuk informasi atau laporan yang
diinginkan.
2. Outline pemecahan masalah
Merupakan
draft rancangan pemecahan
permasalahan yang memilikir
urutan-urutan penyelesaian
tertentu dan apa
saja yang harus
dilakukan. Tahap ini
memiliki urutan langkah pengembangan
diantaranya adalah mengenal
langkah-langkah proses dari
objek permasalahan dengan demikian kita dapat mengenal rincian proses
lebih detail yang dapat memberikan
kesimpulan usulan pemencahan
masalah yang terangkum
kedalam struktur
kontrol atau struktru
logika pemecahan permasalahan,
kemudian dengan mudah
kita mendeklarasikan
variabel dan record
yang dibutuhkan, terakhir
kita mulai dengan membangun logika penyelesaian
permasalahan. Outline pemecahan
masalah dapat juga
dijabarkan kedalam diagram
hirarki yang
menggambarkan struktur pemecahan
masalah dari langkah
proses sampai logika
yang digunakan.
3. Pengembangan outline ke dalam algoritma
Outline
pemecahan permasalahan dilanjutkan
ketahap pengembangan algoritma
yang merupakan sekelompok penyelesaian permasalahan yang lebih sederhana
secara terstruktur mulai dari masukan, proses, dan keluaran yang diharapkan
.
4. Melakukan test algoritma
Algoritma
yang telah dikembangkan
di uji kebenaran
struktur logikanya, apakah
sudah memenuhi harapan output
yang diinginkan. Pengujian
dapat dilakukan dengan menggunakan tabel kebenaran.
5. Coding / menulis program dan algoritma
Algoritma
penyelesaian yang telah
dikembangkan dan teruji
kebenaranya, dipindahkan
kedalam kode program
yang lebih spesifik
sesuai dengan aturan
bahasa pemprograman
tertentu. Didalam tahap
inilah ditentukan kemudahan
bagi pemrogram menterjemahkah logika yang
dikembangkan kedalam berbagai
bahasa pemrograman yang
sedang berkembang.
6. Execute program
Tahap
kompilasi program dengan
mendeteksi kesalahan-kesalahan yang
terjadi didalam pemrograman,
bentuk kesalahan yang sering terjadi biasanya kesalahan dalam penulisan yang biasa disebut
syntax error atau kesalahan dalam logika program. Setelah tahap ini bisa berjalan dengan baik,
maka program dapat dijalankan.
7. Dokumentasi dan pemeliharaan program
Pada tahap ini program yang telah dieksekusi dijalankan
secara permanen dan perlu ada dokumentasi
dan pemeliharaan, bentuk
dokumentasi yang pertama
adalah merubah program aplikasi kedalam
executable file, agar dapat dijalankan kedalam berbagai sistem operasi, selain itu dilakukan juga kegiatan
pemeliharaan dan backup data secara berkala dan berkesinambungan.
Komentar
Posting Komentar