MAKALAH LEGISLASI PROFESI
1.
LATAR BELAKANG MENGENAI DALAM BIDANG
IT
Secara
etimologi profesi dari kata profession yang berarti pekerjaan. Professional
artinya orang yang ahli atau tenaga ahli. Professionalism artinya sifat
professional. (John M. Echols & Hassan Shadily, 1990: 449).
Istilah
profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan
dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga
banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang
diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi
perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan
hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.
Dalam
kedihupan sehari-hari kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk
bidang-bidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer, pengacara, dan
semacamnya, tetapi meluas sampai mencakup pula bidang seperti manajer,
wartawan, pelukis, penyanyi, artis, sekretaris dan sebagainya. Menurut DE
George Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Profesi
memiliki ciri-ciri atau sifat yaitu:
1) Adanya
pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat
pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2) Adanya
kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku
profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3) Mengabdi
pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan
kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4) Ada
izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu
berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa
keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk
menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5) Kaum
profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi
2.
PROFESI DI BIDANG IT
Secara
umum, pekerjaan di bidang IT setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya.
Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak
(software), baik mereka yang merancang sistem operasi, database maupun sistem
aplikasi. Pada llingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti
misalnya:
1) Sistem
Analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem
yang akan diimplementasikan mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan
kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan di
kembangkan.
2) Programmer,
merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis,
yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai dengan
sistem yang dianalisa sebelumnya.
3) Web
Designer, merupakan orang yang melakukan kegiata perencanaan,
termasuk studi kelayakan, analis dan desain terhadap suatu pembuatan proyek.
4) Web
Programmer, merupakan orang yang bertugas
mengimplementasikan rancagan web designer, yaitu membuat program berbasis web
sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya dan lain-lain.
Kelompok
kedua,adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada
lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
1) Technical
engenieer, sering juga disebut teknisi yaitu orang
yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenal pemeliharaan maupun
perbaikan perangkat sistem computer
2) Networking
engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknisi
jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya Dan
lain-lain.
Kelompok
ketiga adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada
lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut:
1) EDP
Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan
program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam
lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
2) Sistem
Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan
administrasi terhadap sistem melakukan pemeliharaan sstem, memiliki kewenangan
mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan
pengaturan operasional sebuah sistem. Dan lain-lain.
Kelompok
keempat,adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis IT. Pada bagian
ini, pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokkan berbagi sektor di industri
IT.
3.
PERANAN DAN HUBUNGAN IT DALAM
PROFESIONALISME
Seorang
profesionalisme yang mengerti tentang apa yang dia kuasai akan semakin
mempermudah pekerjaannya jika ditunjang dengan aspek teknologi, di pembahasan
peran IT dalam profesionalisme kerja ini kita akan mengklasifikasikan menjadi
dua pengertian yang berbeda tapi saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Teknologi
Informasi (IT) adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi
yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan
keputusan, atau Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa
manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima
sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya,
dan lebih lama penyimpanannya.
Informatika
yang semakin berkembang sebagai ilmu maupun sebagai cakupan dalam membantu
bidang lain, menyebabkan perkembangan kebutuhan akan spesialisasi yang akhirnya
melahirkan kebutuhan akan tenaga profesional
untuk tingkat tertentu dalam bidang Informatika.
Teknologi
Informatika telah memicu kecenderungan pergeseran bukan hanya dari
profesionalisme kerja melainkan dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap
muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka.
Pengertian profesionalisme dan Kerja apabila keduanya
digabungkan menjadi satu kesatuan, yaitu
Seorang profesionalisme akan sangat efisien dalam pekerjaanya jika memiliki
keahlian kerja, arti keahlian kerja adalah kemampuan kita dalam menyelesaikan
pekerjaan yang kita tangani, kata kunci disini adalah menyelesaikan.
Menyelesaikan berarti pekerjaan yang kita selesaikan itu sudah membuahkan
solusi bagi orang lain yang membutuhkan
kemampuan kita, jujur perlu kita ketahui, bahwa orang lain membayar kita karena
solusi yang sanggup kita berikan kepada mereka.
Seorang
profesionalisme dijaman sekarang diharuskan mengerti tentang perkembangan
teknologi masa kini, teknologi yang sangat cepat kemajuannya mendorong seorang
profesional untuk mengambil pendidikan khusus tentang Teknologi informatika
yang mumpuni untuk menunjang kemajuan karirnya, seorang profesional mengerti
betul kemudahan yang diberikan ketika kemampuannya dipadukan dengan kemampuan
akan teknologi informatika, profesional yang sadar tentang kebutuhan ini akan
mengambil langkah-langkah dalam meningkatkan skil informatikanya, baik dengan
kursus disebuah lembaga atau dengan kuliah lanjutan.
4.
CIRI-CIRI PROFESIONALISME DI BIDANG
IT DAN KODE ETIK PROFESIONALIS YANG DIMILIKI SEORANG IT
Profesionalisme
adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar
dan juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan
kemampuan dari seorang karyawan. Profesional sendiri mempunyai arti seorang
yang terampil, handal dan sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
(Profesinya).
·
CIRI-CIRI PROFESIONALISME DI BIDANG IT
Adapun
ciri-ciri Profesionalisme di bidang IT adalah sebagai berikut:
a. Memiliki
kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan
bidang pekerjaan IT.Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan
ITnya ke dalam pekerjaannya.
b. Memiliki
ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
c. Bekerja
di bawah disiplin kerja
d. Mampu
melakukan pendekatan disipliner
e. Mampu
bekerja sama
f.
Cepat tanggap terhadap masalah client.
·
KODE ETIK
Setiap
bidang profesi memiliki aturan-aturan / hukum-hukum yang mengatur bagaimana
seorang profesional dalam berfikir dan bertindak. Seseorang yang melakukan
kesalahan kode etik dinyatakan melakukan malpratek dan bisa mendapatkan sanksi
sesuai dengan peraturan yang diberikan. sanksi yang didapat bisa berupa
teguran, sebutan tidak profesionalisme, dipecat, bahkan mendapatkan hukum
pidana.
Kode
Etik di bidang IT juga diperlukan untuk mengatur bagaimana para IT profesional
ini melakukan kegiatannya. Kode etik yang harus dimiliki oleh seorang IT yaitu
seorang IT harus bertanggung jawab terhadap hardware dan software di dalam
lingkup kerjanya. Yang dimaksud hardware adalah barang-barang IT yang bisa
disentuh, seperti monitor, printer, scanner,dll. Yang dimaksud software adalah
produk IT yang bisa dilihat tapi tidak bisa disentuh, seperti aplikasi,
software, data dan sebagainya.
Peranannya
yang sangat besar dan mendasar dalam perusahaan menuntut orang IT untuk
mempertanggung jawabkan perbuatannya secara profesi. Orang IT akan berperan
penting dalam pengolahan data, penggunaan teknologi, dan peningkatan
terus-menerus akan bisnis proses suatu perusahaan agar perusahaan mempunyai
daya saing tinggi. Bisnis proses adalah suatu rangkaian proses dalam perusahaan
yang melibatkan berbagai input untuk menghasilkan output yang berkualitas
secara berkualitas, sehingga perusahaan dapat menghasilkan laba. Karena
demikian pentingya suatu bisnis proses dalam suatu perusahaan, maka sudah
dipastikan bisnis proses suatu perusahaan tidak boleh bocor ke perusahaan
pesaing.
Orang
IT sebagai orang yang paling tahu akan bisnis proses perusahaan mempunyai kode
etik yang mendasar untuk menjaga kerahasiaannya. Perusahaan sendiri
mengantisipasi hal ini dengan adanya kontrak kerahasiaan yang wajib
ditandatangani oleh orang IT.
Sangat
diutamakan bahwa seorang IT harus mempunyai etika yang membangun. Misalnya
membentuk suatu wadah untuk menampung IT yang lain sehingga dapat saling
memberikan informasi yang tujuannya bisa memaksimalkan kemampuannya.
Komentar
Posting Komentar