BAB X
SELEKSI SISTEM DAN IMPLEMENTASI SISTEM
10.1 SELEKSI SISTEM
A.
Definisi Seleksi Sistem
Seleksi Sistem adalah tahap untuk
memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada sistem
informasi.
B.
Penyedia Teknologi
1. Pabrik Perangkat
Keras
Perangkat yang memproduksi perangkat keras sendiri.
Contoh : IBM Corporation.
2. Pabrik
Perangkat Lunak
Perusahaan yang memproduksi perangkat lunak sendiri
dapat berupa perangkat lunak sistem atau perangkat lunak paket aplikasi. Contoh
: Microsoft Corporation.
3. OEM
singkatan dari Original Equipment Manufacturer.
OEM adalah penjual yang membeli dari perusahaan lain
dengan volume besar kemudian menambah nilai – nilai gunanya dan menjual
kembali secara eceran.
4. Kontraktor
Program Mandiri (Independent Program Contractor)
Orang yang akan menuliskan program komputer sesuai
dengan pesanan. Berfungsi sebagai programmer di luar perusahaan pemakai
program.
5. Biro Jasa
(Service Bureaus)
Perusahaan jasa yang menyediakan jasa pengolahan data
untuk beberapa perusahaan langganannya.
6. Dealer
Penyedia jasa dan produk yang biasanya hanya
menawarkan satu macam merk tertentu saja.
7. Toko
Komputer
C.
Langkah-Langkah Menyeleksi dan Memilih Sistem
Langkah-langkah
dalam menyeleksi dan memilih sistem dapat dilakukan oleh memilih sistem
sebagai berikut :
1.
Memilih penyedia teknologi.
2.
Meminta proposal dari penjual. Proposal ini nantinya
akan digunakan sebagai suatu dasar penilaian untuk penyedia teknologi yang
paling tepat.
3.
Menyaring penjual. Hanya proposal yang memenuhi syarat
saja yang akan dievaluasi, untuk menentukan penjual mana yang memenuhi
syarat.
4.
Mengevaluasi penjual yang lolos saringan. Proposal
yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang
lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang
direkomendasikan.
5.
Membuat Kontrak. Setelah semua proposal yang memenuhi
syarat telah dievaluasi dan telah didapatkan rankingnya untuk tiap – tiap
proposal, maka rekomendasi perlu diberikan kepada manajemen. Setelah manajemen
memutuskan penjual mana yang menjadi pemenang maka kontrak pengadaan perangkat
keras / perangkat lunak perlu dibuat. Tujuan kontrak adalah untuk membuktikan
siapa yang bersalah jika terjadi perselisihan dikemudian hari dan tindakan apa
saja yang harus dilakukan.
10.2 IMPLEMENTASI SISTEM
A.
Definisi Implmentasi Sistem
Implementasi Sistem yaitu tahap meletakkan sistem
supaya siap untuk dioperasikan.
B.
Langkah-langkah pada tahap implementasi sistem
1.
Menetapkan Rencana Implementasi : Adalah untuk
mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap sistem diterapkan pada
suatu organisasi.
2.
Melakukan Kegiatan Implementasi
Ada 5 kegiatan yang dilakukan pada langkah ini yaitu
:
a.
Pemilihan dan Pelatihan Personil
Personil-personil
yang terlibat di dalam sistem informasi adalah:
·
Tugas-tugas Input-Output Data : Personil-personil yang
terlibat dalam menangani pemasukan data dan distribusi dari output.
·
Tugas-tugas Operasi : Personil-personil yang menangani
jalannya operasi pengolahan data yang tidak terlibat secara langsung dengan
tugas I/O.
·
Tugas-tugas Pemrograman : Personil-personil yang
menulis program-program komputer.
·
Tugas-tugas Analis Sistem : Personil-personil yang
akan mengembangkan sistem.
Pelatihan
Karyawan, dapat dilakukan dengan:
·
Pelatihan (Training) : Personil yang masuk dalam
kategori ini adalah personil-personil yang akan mengoperasikan sistem yaitu
mereka yang terlibat dalam tugas mempersiapkan input, memproses data,
mengoperasikan sistem, merawat & menjaga sistem.
·
Pendidikan (Education) : Personil-personil yang masuk
dalam kategori ini adalah mereka yang membutukan & menggunakan sistem
misalnya salesman, akuntan dll.
Pendidikan ini lebih ditekankan pada bagaimana kerja
dari sistem dan bagaimana cara mengoperasikan sistem.
b. Pemilihan
Tempat dan Instalasi Perangkat Keras dan Lunak
Sistem komputer yang besar membutuhkan tempat dengan
lingkungan yang lebih harus diperhitungkan. Persiapan fisik ini meliputi :
AC untuk mengatur temperatur ruangan, penerangan yang cukup, pendeteksi
kebakaran, penyediaan alat telekomunikasi, dll.
c. Pemrograman
dan Pengetesan Program
Pemrograman adalah kegiatan menulis kode program yang
akan diproses oleh komputer. Setelah programmer selesai membuat program yang
sesuai dengan desain sistem yang telah dibuat oleh sistem analis dan
sebelum program diterapkan, maka program harus bebas terlebih dahulu dari
kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu program harus ditest untuk menemukan
kesalahan-kesalahan.
d. Pengetesan
Sistem
Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kekompakan
antar komponen sistem yang diimplementasikan. Tujuannya adalah untuk
memastikan bahwa elemen-elemen dari sistem telah berfungsi sesuai dengan yang
diharapkan.
e. Konversi
Sistem
Merupakan proses untuk meletakkan sistem baru supaya
siap mulai untuk dapat digunakan.
C.
Tindak Lanjut
Implementasi
Analis
sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru
diimplementasikan. Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan
sistem. Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan
sebelumnya. Jika pada pengetesan sebelumnya digunakan data test/semu, tapi
pada pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya
dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh analis
sistem bersama-sama dengan user.
Komentar
Posting Komentar